Blog

Tampilkan postingan dengan label Pantura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantura. Tampilkan semua postingan
Blanakan Destination Guide
Salah satu buaya Muara biBlanakan
Salam Damai SahabatReferensi, kali ini Admin ingin berbagi informasi mengenai salah satu Blanakan - Subang"
tempat wisata yang terdapat dikabupaten Subang. Daerah ini dikenal akan penangkaran buayanya dan budaya ruwatnya, "
Blanakan adalah salah satu bagian dari kecamatan di Kota Subang, Blanakan merubakan pemekaran dari kecamatan Ciasem. 

SahabatReferensi, ketika Anda hendak mengunjungi penangkaran buaya di Blanakan, saran Admin bagi yang tidak suka akan aroma bau amis hendaknya membawa masker atau mengenakan pelindung hidung. Karena bau amisnya yang sangat menyengat.
Terdapat tempat pelelangan ikan dan banyak penjual ikan bakar dipinggir jalan menuju tempat penangkaran.
tentunya bagi Anda yang gemar akan masakan seafood, sangat tepat apabila Anda berkunjung ke tempat ini, ragam sajian dari hasil lautnya akan memanjakan Anda.

Seputar Penangkaran Buaya Blanakan

Blanakan Destination Guide
Penangkaran Buaya Blanakan
Penangkaran buaya jenis buaya muara yang dikelola oleh Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.
Kawasan penangkaran buaya ini memiliki areal total 8 Ha dengan sejumlah kolam dan areal hutan pesisir. Disini terdapat setidaknya 230 ekor buaya jantan dan betina lengkap dengan habitat lingkungannya. Diantara buaya-buaya itu ada satu buaya yang menjadi maskot untuk menarik para pengunjung dengan "atraksi" nya dan juga karena memang ukuran nya yang super besar di banding buaya lainnya, pengelola menamainya si "Baron". Selain suguhan atraksi buaya, pengelola juga menyajikan kuliner laut khas blanakan, yaitu ikan bakar etong, cumi dan kepiting, yang di sajikan di warung-warung yang tertata rapi. Wisatawan juga dapat menyusuri pesisir laut blanakan sampai dengan patimban dengan menggunakan jasa penyewaan kapal boat atau berjalan kaki menyusuri hutan mangrove.

Budaya Ruat Laut

Blanakan Destination Guide
Perjalanan menuju pusat acara ruat
Tradisi yang dilaksanakan setiap setahun sekali sebagai wujud rasa syukur dan pengharapan atas hasil laut serta keselamatan yang diperoleh para nelayan. Biasanya berlangsung sepekan dan di ikuti oleh ratusan nelayan. Puncak acara berupa pelepasan dongdang, miniatur perahu berisi aneka makanan tradisional serta kepala dan darah kerbau, di perairan laut Jawa. 
Sekitar satu kilometer selepas muara Blanakan, dongdang dilepaskan. Ratusan nelayan yang menumpang perahu-perahu pun terjun dan berenang untuk memperebutkan isi dongdang. Mereka percaya bahwa darah kerbau serta barang-barangyang ada di dongdang membawa berkah bagi usaha melautnya.


Faslitas dan Tarif

Terminal perahu, areal parkir, arena bermain anak, warung-warung makanan.
Tarif masuk Rp 4000/0rang

Aksebilitas menuju Blanakan 

SahabatReferensi, jalan menuju lokasi ini beraspal, sehingga pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi roda 2 atau roda 4, ataupun menggunakan kendaraan umum. Adapun waktu tempuh dari kota Subang sekitar 60 menit, dari Bandung sekitar 2,5 jam dan dari Jakarta via Pantura sekitar 3 jam.

SalamAdmin #01
Sisingaan, Salah Satu Kebudayaan Khas Kabupaten Subang
Sisingaan, Salah Satu Kebudayaan Khas Kabupaten Subang
Patung Sisingaan Ikon Kota Subang
   Sisingaan atau Gotong Singa (sebutan lainnya Odong-odong) merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat Jawa Barat, khas Subang (di samping seni lainnya seperti Bajidoran dan Genjring Bonyok) berupa keterampilan memainkan tandu berisi boneka singa (Sunda: sisingaan, singa tiruan) berpenunggang.
Pertunjukan ini sering disajikan sebagai bagian dari upacara sunatan atau upacara lainnya dalam bentuk arak-arakan. Sisingaan biasanya ditampilkan dalam dua bentuk yang berbeda. Warga Subang menamakannya sebagai singa pergosi dan singa buhun.Pada atraksi sisingaan, sepasang anak kecil dengan memakai baju adat Sunda dinaikkan keatas sepasang tandu singa, yang diusung oleh empat orang pengarak. Atraksi dilakukan dengan berputar-putar, ataupun maju mundur dan bergerak terus mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota sampai akhirnya kembali ke tempat semula.

Sejarah & perkembangan

   Terdapat beberapa keterangan tentang asal usul Sisingaan ini, di antaranya bahwa Sisingaan memiliki hubungan dengan bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajah lewat binatang Singa kembar (Singa kembar lambang penjajah Belanda), yang pada waktu itu hanya punya sisa waktu luang dua hari dalam seminggu. Keterangan lain dikaitkan dengan semangat menampilkan jenis kesenian di Anjungan Jawa Barat sekitar tahun 70-an, ketika Bupati Subang dipegang oleh Pak Atju. Pada waktu itu RAF (Rachmatulah Ading Affandi) yang juga tengah berdinas di Subang, karena ia dikenal sebagai seniman dan budayawan dimintakan kitanya. Dalam prosesnya itu, akhirnya ditampilkanlah Gotong Singa atau Sisingaan yang dalam bentuknya masih sederhana, termasuk musik pengiringnya dan kostum penari pengusung Sisingaan. Ternyata sambutannya sangat luar biasa, sejak itu Sisingaan menjadi dikenal masyarakat.
   Dalam perkembangan bentuknya Sisingaan, dari bentuk Singa Kembar yang sederhana, semakin lama disempurnakan, baik bahan maupun rupanya, semakin gagah dan menarik. Demikian juga para pengusung Sisingaan, kostumnya semakin dibuat glamour dengan warna-warna kontras dan menyolok.. Demikian pula dengan penataan gerak tarinya dari hari ke hari semakin ditata dan disempurnakan. Juga musik pengiringnya, sudah ditambahkan dengan berbagai perkusi lain, seperti bedug, genjring dll. Begitu juga dengan lagu-lagunya, lagu-lagu dangdut popular sekarang menjadi dominan. Dalam beberapa festival Helaran Sisingaan selalu menjadi unggulan, masyarakat semakin menyukainya, karena itu perkembangannya sangat pesat.
   Dewasa ini, di Subang saja diperkirakan ada 200 grup Sisingaan yang tersebar di setiap desa, oleh karena itu Festival Sisingaan Kabupaten Subang yang diselenggarakan setiap tahunnya, merupakan jawaban konkrit dari antusiasme masyarakat Subang. Karena bagi pemenang, diberi peluang mengisi acara di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Penyebaran Sisingaan sangat cepat, dibeberapa daerah di luar Subang, seperti Sumedang, Kabupaten Bandung, Purwakarta, dll, Sisingaan menjadi salah satu jenis pertunjukan rakyat yang disukai, terutama dalam acara-acara khitanan dan perkawinan. Sebagai seni helaran yang unggul, Sisingaan dikemas sedemikian rupa dengan penambahan pelbagai atraksi, misalnya yang paling menonjol adalah Jajangkungan dengan tampilan manusia-manusia yang tinggi menjangkau langit, sekitar 3-4 meter, serta ditambahkan dengan bunyibunyian petasan yang dipasang dalam bentuk sebuah senapan.
   Dalam rangka menumbuhkembangkan seni sisingaan khas kabupaten subang, sanggar seni ninaproduction berupaya untuk melakukan regerasi melaui pembinaan tari anak-anak usia 7 tahun sampai remaja, termasuk tari sisingaan. Nina production beralamat di Jalan Patinggi no 78 Desa buni hayu Jalancagak Subang, sampai saa ini Sanggar Nina Production telah di liput oleh trans 7 dalam acara wara wiri, Daai TV dan sekarang tangggal 2 Mei 2010 akan diliput oleh ANTV dalam acara anak pemberani.

Pertunjukan

 Sisingaan atau Odong-odong      Pertunjukan Sisingaan pada dasarnya dimulai dengan tetabuhan musik yang dinamis. Lalu diikuti oleh permainan Sisingaan oleh penari pengusung sisingaan, lewat gerak antara lain: Pasang/Kuda-kuda, Bangkaret, Masang/Ancang-ancang, Gugulingan, Sepakan dua, Langkah mundur, Kael, Mincid, Ewag, Jeblag, Putar taktak, Gendong Singa, Nanggeuy Singa, Angkat jungjung, Ngolecer,Lambang, Pasagi Tilu, Melak cau, Nincak rancatan, dan Kakapalan. Sebagai seni Helaran, Sisingaan bergerak terus mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota. Sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Di dalam perkembangannya, musik pengiring lebih dinamis, dan melahirkan musik Genjring Bonyok dan juga Tardug.

Penyajian 

Pola penyajian Sisingaan meliputi:
  • Tatalu (tetabuhan, arang-arang bubuka) atau keringan
  • Kidung atau kembang gadung
  • Sajian Ibingan di antaranya solor, gondang, ewang (kangsreng), catrik, kosong-kosong dan lain-lain
  • Atraksi atau demo, biasanya disebut atraksi kamonesan dalam pertunjukan Sisingaan yang awalnya terinspirasi oleh atraksi Adem Ayem (genjring akrobat) dan Liong (barongsay)
  • Penutup dengan musik keringan.

Musik pengiring

Musik pengiring Sisingaan pada awalnya cukup sederhana, antara lain: Kendang Indung (2 buah), Kulanter, Bonang (ketuk), Tarompet, Goong, Kempul, Kecrek. Karena Helaran, memainkannya sambil berdiri, digotong dan diikatkan ke tubuh. Dalam perkembangannya sekarang memakai juru kawih dengan lagu-lagu (baik vokal maupun intrumental), antara lain: Lagu Keringan, Lagu Kidung, Lagu Titipatipa, Lagu Gondang, Lagu Kasreng, Lagu Selingan (Siyur, Tepang Sono, Awet rajet, Serat Salira, Madu dan Racun, Pria Idaman, Goyang Dombret, Warudoyong dll), Lagu Gurudugan, Lagu Mapay Roko atau Mars-an (sebagai lagu penutup). Lagu lagu dalam Sisingaan tersebut diambil dari lagu-lagu kesenian Ketuk Tilu, Doger dan Kliningan.

Pemaknaan
Ada beberapa makna yang terkandung dalam seni pertunjukan Sisingaan, diantaranya:
  • Makna sosial, masyarakat Subang percaya bahwa jiwa kesenian rakyat sangat berperan dalam diri mereka, seperti egalitarian, spontanitas, dan rasa memiliki dari setiap jenis seni rakyat yang muncul.
  • Makna teatrikal, dilihat dari penampilannya Sisingaan dewasa ini tak diragukan lagi sangat teatrikal, apalagi setelah ditmabhakn berbagai variasi, seperti jajangkungan dan lain-lain.
  • Makna komersial, karena Sisingaan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, maka antusiasme munculnya sejumlah puluhan bahkan ratusan kelompok Sisingaan dari berbagai desa untuk ikut festival, menunjukan peluang ini, karena si pemenang akan mendapatkan peluang bisnis yang menggiurkan, sama halnya seperti seni bajidoran.
  • Makna universal, dalam setiap etnik dan bangsa seringkali dipunyai pemujaan terhadap binatang Singa (terutama Eropa dan Afrika), meskipun di Jawa Barat tidak terdapat habitat binatang Singa, namun dengan konsep kerkayatan, dapat saja Singa muncul bukan dihabitatnya, dan diterima sebagai miliknya, terbukti pada Sisingaan.
  • Makna Spiritual, dipercaya oleh masyarakat lingkungannya untuk keselamatan/ (salametan) atau syukuran.

Sumber dan Referensi :

Pendidikan merupakan modal dasar pembangunan. karena pelaksanaan pembangunan tidak cukup mengandalkan kepada sumber daya alam (SDA) saja, tetapi juga harus meningkatkan sumber daya manusianya (SDM). Suatu wilayah yang mempunyai kepadatan yang tinggi tanpa dibarengi dengan mutu SDM yang tinggi maka akan menimbulkan kerawanan sosial atau bahkan penduduk tersebut akan menjadi beban pembangunan. Jalur yang paling realistis untuk meningkatkan SDM adalah jalur pendidikan.

Sejak tahun 1994, pemerintah telah melakukan kebijakan untuk perbaikan dunia pendidikan yaitu dengan dicanangkannya Program Wajib Belajar sembilan tahun. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang menggembirakan karena kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang setinggi–tingginya bagi seluruh rakyat semakin terbuka. Perkembangan mutu pendidikan penduduk Kabupaten Subang salah satunya dapat dilihat dari kemampuan baca-tulis, pendidikan yang ditamatkan dan lain-lain.

Dari hasil survei IPM tahun 2012 dapat diperoleh gambaran bahwa penduduk 10 tahun ke atas di Kabupaten Subang yang dapat membaca dan menulis huruf latin sebesar 91.43%, huruf lainnya 0.27%, sedangkan yang tidak dapat membaca dan menulis sebesar 8.30&. 

Sumber : 
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Subang
- http://www.subang.go.id/


Transportasi
Trasnsportasi Kota Subang


Kabupaten Subang dilewati jalur utama pada wilayah Utaranya dan dimanfaatkan juga sebagai jalur alternatif untuk ke Bandung, Cirebon atau Tasikmalaya. Lintas Subang - Bandung melalui Kalijati semakin diminati para pengemudi karena jalannya yang halus dan bebas hambatan apalagi setelah dibukanya Gerbang Tol Keluar di daerah Sadang. Persimpangan Jalan cagak merupakan persimpangan strategis karena dari persimpangan tersebut dapat menjangkau Bandung - Sumedang - Sadang melalui Wanayasa dan Kota Subang sendiri.
Bila dilihat dari pola jaringan jalan yang ada, aksesibilitas jaringan jalan di kabupaten Subang bersifat sentris, dimana pergerakan antar wilayah yang berseberangan akan melewati ibu kota Kabupaten Subang yang berada pada pusat wilayah kabupaten subang secara keseluruhan. Hal ini sebenarnya merupakan potensi positif bagi kota subang sebagai pusat dari CBD kabupaten Subang dalam upaya pengembangan daerah, namun disisi lain akumulasi dampak negatif muncul ketika tingkat pengelolan jaringan jalan sebagai aksesibilitas pergerakan relatif rendah juga faktor kondisi prasarana jalan dibeberapa segmen ruas jalan di kota yang masih dalam kondisi rusak secara strukural. masih kurang nya apresiasi masyarakat sekitar terhadap tingkat kinerja aksesibilitas yang dimiliki akan berdampak negatif terhadap pengembangan daerah secara keseluruhan, hal ini terlihat pada tingkat kepedulian masyarakat terhadap kondisi jaringan jalan bilamana jalan tersebut dalam keadaan butuh perbaikan masih relatif rendah, ditambah lagi dengan upaya penanganan pemerintah daerah yang dinilai sangat lamban terhadap kondisi serupa. Tema "Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju" diharapkan akan menjadi pemicu semangat Pemerintah Daerah sebagai pengelola sekaligus warga subang secara keseluruhan dalam merealisasikan cita-cita luhur Kabupaten Subang khususnya dalam upaya pengelolaan di atas.


Secara kuantitas maupun kualitas, kondisi angkutan umum di kota subang belum mampu mengakomodir mobilitas masyarakat Subang, hal ini disebabkan keterbatasan trayek/rute dari angkutan kota yang belum menjangkau kawasan padat penduduk secara keseluruhan yang mendorong masyarakat lebih memilih untuk menggunakan sarana transportasi pribadi dibandingkan angkutan umum.
Efek negatif dari kondisi tersebut sudah terlihat, dimana pada beberapa ruas khususnya jalan pemukiman intensitas kemacetan menjadi lebih tinggi. hal ini perlu perhatian lebih serius guna mengantisipasi situasi yang lebih parah lagi di kemudian hari. Dengan belajar dari daerah lain yang jauh lebih maju, konsekuensi dari kondisi ini akan mahal harganya jika tidak ditangani sejak dini.

angkutan umum diSubang
Salah satu angkutan umum diSubang

Penduduk Kota Subang
Penduduk

Tahun Jumlah penduduk
2000 : 1.329.838 
2010 : 1.465.157 
2012 : 1.501.647

Kependudukan di Kabupaten Subang

           Penduduk Kabupaten Subang pada tahun 2012 berjumlah 1.501.647 orang, yang terdiri atas 759.408 orang laki-laki dan 742.239 orang perempuan dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,64%.  
           Sedangkan Laju Pertumbuhan Penduduk antar Sensus (SP2000-SP2010) rata rata pertahun sebesar 0,97%. Dengan luas Kabupaten Subang sebesar 2051,76 km2, maka tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Subang pada tahun 2012 mencapai 732 jiwa/km2. 
Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Subang masih relatif rendah, merupakan indikasi bahwa Kabupaten Subang bukan merupakan daerah tujuan urbanisasi. 

          Kebijakan pemerintah yang memposisikan Kabupaten Subang sebagai salah satu lumbung padi Jawa Barat, juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk serta kepadatan penduduk di wilayah ini. Penduduk berjumlah besar sekaligus berkualitas merupakan modal pelaksanaan pembangunan dan potensi bagi peningkatan pembangunan di segala bidang. Namun penduduk yang berjumlah besar tanpa diupayakan pengembangan kualitasnya akan menjadi beban bagi pembangunan yang seharusnya dinikmati oleh keseluruhan penduduk tersebut. 

          Pertumbuhan penduduk selalu dipengaruhi oleh faktor tingkat kelahiran/kematian dan migrasi (perpindahan penduduk antar kabupaten). Untuk menghindari permasalah yang kompleks akibat tingginya kepadatan penduduk maka pengendalian penduduk melalui berbagai cara yang tepat tentunya harus dilakukan. Laju urbanisasi yang tinggi yang mengakibatkan permasalahan sosial di daerah perkotaan juga harus ditekan, karena selain menimbulkan masalah sosial di daerah perkotaan, urbanisasi juga meninggalkan ruang kosong dipedesaan (banyak lahan garapan yang tidak tergarap secara optimal dan berkurangnya sumber daya manusia berkualitas di pedesaan). 

         Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Sementara kecamatan-kecamatan di wilayah pesisir subang dan beberapa kecamatan di sepanjang sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu penduduknya menggunakan bahasa Cirebon yang hampir serupa dengan bahasa cirebon dialek Indramayu atau yang lebih dikenal dengan nama basa Dermayon 

Kesehatan

         Mewujudkan masyarakat yang sehat, tanpa membedakan jenis kelamin laki-laki atau perempuan merupakan salah satu tujuan dari pembangunan nasional. Adanya keterbatasan dana, sarana, dan prasarana pemerintah, dalam pelaksanaannya, pembangunan kesehatan disusun berdasarkan prioritas-prioritas utama yang akan dicapai. Karena itu hasilnya mungkin tidak dapat dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Subang telah melakukan berbagai macam upaya dalam melakukan peningkatan kesehatan masyarakat. Terutama peningkatan kesehatan masyarakat miskin dengan pemberlakuan Jamkesmas, Jamkesda, dan jaminan lainnya 

Layanan Rumah Sakit 

No.
Rumah Sakit
Alamat
Telepon
1.
Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B
Jln. Brigjen Katamso, Subang
0260 - 41121
2.
Rumah Sakit PTPN VIII
Jln. Otista No. 1, Subang
0260 - 411632 / 0260 - 420391
3.
Rumah Sakit Lanud Suryadarma
Pangkalan TNI AU Suryadarma, Kalijati - Subang
0260 - 460335 / 0260 - 460364


SUBANG
Lambang Kabupaten Subang
Moto: Karya Utama Satya Nagara, Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju

Peta lokasi Kabupaten Subang

Koordinat              : 107” 31’ - 107” 54’ bujur timur dan 6” 1’ - 6” 49’ lintang selatan
Provinsi                 : Jawa Barat
Hari jadi                : 5 April 1948
Dasar hokum         : Undang-undang No. 4 Tahun 1968
Ibu kota                : Subang
Pemerintahan        :
- Bupati H.Ojang Sohandi, S.S.T.P., M.Si.
- DAU Rp. 1.032.567.532.000.-(2013)
Luas                      : 2.051,76 km2
Populasi                :
- Total 1,501,647 jiwa (2012)
- Kepadatan 0 jiwa/km2


Demografi
- Bahasa Indonesia, Sunda, Bahasa Cirebon (penyebaran utama Bahasa Cirebon berada pada kecamatan-kecamatan di Pesisir Subang dan Bantaran Sungai Cipunegara yang berbatasan langsung dengan kabupaten Indramayu)
- Kode area telepon 0260
Pembagian administratif
- Kecamatan 30
- Kelurahan 245/8
- Situs web www.subang.go.id

          Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007, Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 245 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Subang.


        Kabupaten ini dilintasi jalur pantura, namun ibu kota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang mlintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, Kabupaten Sumedang, jalur ini sangat ramai terutama pada musim libur seperti lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung disebelah selatan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai kawasan pariwisata Air panas Ciater dan Gunung Tangkuban Parahu


              Penduduk Subang pada umumnya adalah suku Sunda, yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Sementara kecamatan-kecamatan di wilayah pesisir Subang dan beberapa kecamatan di sepanjang sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu penduduknya menggunakan bahasa Cirebon yang hampir serupa dengan bahasa Cirebon dialek Indramayu atau yang lebih dikenal dengan nama basa Dermayon
Demografi subang


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Subang


         
Rengginang Cemilan Gurih
Rengginang
            SahabatReferensi, Suka ngemil, suka makanan daerah. Jika Sahabat Referensi Suka akan cemilan boleh coba dengan cemilan yang satu ini "Rengginang". Tentu bagi penduduk pulau jawa sudah tidak asing lagi dengan cemilan yang gurih dan enak ini.

    Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. 
Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang.

        Di Jawa Tengah juga dikenal penganan yang sama yang disebut intip, yakni kerak nasi sisa menanak yang melekat pada dandang yang kemudian dikeringkan dan digoreng. Perbedaan antara intip dan rengginang hanyakah ukurannya. Intip berukuran lebih besar daripada rengginang karena dicetak dari dandang atau periuk penanak nasi.

Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis. Ada jenis rengginang yang diberi rasa dengan udang,terasi, atau kerang lorjuk (kerang bambu).




SahabatReferensi. Cara membuat kue Rengginang atau cara memasak kue Rengginang, Anda tinggal menyiapkan bumbu dan bahan resep kue Rengginang itu sendiri. 

Bahan Dasar Membuat kue Rengginang :
  • Beras ketan putih 400 gr
  • Air Mendidih 200 ml
  • Garam secukupnya
  • Bawang putih halus 5 siung



Proses Membuat Rengginang : 
  • Cucilah beras ketan hingga bersih dan tempatkan pada panci.
  • Haluskan bawang putih, terasi dan garam dan campurkan ke dalam panci beras ketan dan campurkan ke dalam beras agar bumbu meresap.
  • Masukkan air ke dalam beras ketan, dan masak hingga air mengering.
  • Setelah ketan kering, masukka ke dalam kukusan dan kukus selama 20 menit hingga matang sempurna.
  • Setelah ketan masak, ambil satu sendok, bentuk pipih dan taruh di tampah, lakukan hingga semua ketan habis.
  • Taruh ketan di atas matahari langsung selama 2-3 hari agar kering sempurna, dan renyah saat di goreng.
  • Gorenglah rengginan dalam minyak panas agar matang sempurna.
  • Simpan hasil penggorengan di dalam toples kedap udara agar tetap renyah
Seputar Desa DukuhKoordinat              : 6°20′30″LU 107°42′25″BT
Negara                   : Indonesia
Provinsi
                 : Jawa Barat
Kabupaten
             : Subang
Kode Pos               : 41256
Kecamatan
            :  Ciasem
Luas
                      : 9.14 km²
Jumlah penduduk
  : 7.663 jiwa (2010)
Kepadatan
            : 838 jiwa/km²



            Dukuh adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia. 
Desa Dukuh terletak disebelah utara dari kota Subang berada di wilayah kecamatan Ciase.

Wilayah desa Dukuh meliputi 9 dusun : Dukuh Girang, Dukuh Hilir, Dukuh Hilir barat, Dukuh Hilir Timur, Dukuh Tengah, Panjalin dsb yang terbagi dalam 9 RW, dan 9 RT, desa Dukuh dikepalai oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh masyarakat desa Dukuh setiap enam tahun sekali.

Penghasilan penduduk desa Dukuh dari hasil pertanian dan perkebunan, dimana padi merupakan penghasilan pokok masyarakat desa Dukuh dan penghasilan dari perkebunan berupa mangga dan sayuran, desa Dukuh cukup subur untuk lahan pertanian dan perkebunan.

Desa Dukuh

 Tingkat pendididkan masyarakat desa Dukuh sudah cukup baik, minimal tamat SMP, karena di desa Dukuh sudah didirikan SMP, dan pada tahun 2012 dunia pendidikan desa Dukuh mendapat penghargaan dari Pemkab Subang dengan meraih predikat sebagai desa berkinerja pendidikan terbaik.

 Bahasa yang digunakan sehari-hari dalam berkomunikasi mayoritas penduduk desa Dukuh menggunakan bahasa Cirebon dialek Dermayon (bahasa Jawa pantura) dan sebagian ada yang menggunakan bahasa Sunda.


cikampek


Cikampek 
Peta lokasi Kecamatan Cikampek
Negara : Indonesia
Provinsi : Jawa Barat
Kabupaten :  Karawang
Pemerintahan
• Camat Wawan Darmawan S.Sos
Luas : 47,60 km2
Jumlah penduduk : 112.780 jiwa
Kepadatan   2.369,33 jiwa/km2
Desa/kelurahan :  10

Cikampek adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Cikampek telah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Cikampek, Purwasari dan Kotabaru. Jarak Cikampek ke pusat Kota Karawang ± 25 Km.

Daftar isi

1 Transportasi
2 Ekonomi
3 Sarana Pendukung
4 Kepolisian
5 Tokoh
6 Pemekaran


1 Transportasi

1.1 Gerbang Tol Cikampek

Cikampek merupakan daerah yang dilalui jalur Pantura dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, Di Cikampek terdapat Stasiun Cikampek Kota, Yang menghubungkan kereta api antara Jakarta-Bandung dan Jakarta-Cirebon. Cikampek memiliki 4 buah pasar yang berada dalam satu lingkungan dan sebuah terminal yang sebelum dibangun Jalan Tol Cikampek-Jakarta adalah terminal tersibuk di Jawa Barat, karena merupakan persimpangan Jakarta-Bandung dan Jakarta-Cirebon. Tetapi sejak jalan tol dibangun secara berangsur-angsur fungsi terminal Cikampek berkurang (rencana pusat terminal cikampek akan dipindahkan ke jl.bypass jomin jika pembangunan tol cikampek-palimanan selesai). Terdapat 3 jalur Tol Utama di Cikampek untuk menghubungkan Transportasi ke berbagai kota di Jawa :

1.2 Jalan Tol Jakarta-Cikampek

  • Jalan Tol Cipularang
  • Jalan Tol Cikampek-Palimanan (tahap konstruksi 70%)
1.3 Selain Itu Cikampek mempunyai 2 buah stasiun kereta api :
  • Stasiun Cikampek ( Daerah Operasi 1 Jakarta )
  • Stasiun Dawuan ( Daerah Operasi 1 Jakarta )
     Jalur Kereta Api Cikampek :
  • Jalur KA Jatinegara-Cikampek
  • Jalur KA Cikampek-Padalarang
  • Jalur KA Cikampek-Cirebon
  • Jalur KA Cikampek-Bandung

1.4 Angkutan Umum
  • Bis = Cikampek - Bekasi ( Trans Bekasi ), Cikampek - Tasik, Cikampek - KP.Rambutan, Cikampek - Bogor, Cikampek - Pulogadung, Cikampek - Sumedang, Cikampek - Bandung .
  • Kereta Api = Melayani perjalanan Komuter Wilayah Jakarta , Selain Itu Juga menjadi penghubung Utama jurusan Bandung,Cirebon,Semarang,Yogyakarta,Surabaya.
  • Angkutan ELF = Cikampek - Bandung, Cikampek - Pamanukan, Cikampek - Pabuaran, Cikampek - Plered.

2. Ekonomi

Sumber pendapatan utama kota Cikampek ini adalah perindustrian, pertanian dan perdagangan. Kota Cikampek dikenal sebagai Sentra Perdagangan dan Industri. Perekonomian warga Cikampek sebagian besar adalah pedagang,karyawan pabrik,pegawai negeri,dan swasta. Setidaknya ada 4 Kawasan Industri besar di wilayah ini yaitu :

Kota Bukit Indah ( Sebagian Masuk Kab.Purwakarta dan Sebagian Kota Cikampek) - Interchange GT Kalihurip Bukit Indah City
Kawasan Industri Autocar Cikampek - Interchange GT Kalihurip
Kawasan Industri Indotaisei - Interchange GT Kalihurip Bukit Indah City
Kawasan Industri kujang Kujang Cikampek (PT.Pupuk Kujang) (Persero) - Jln. Jend Ahmad yani Dawuan tengah

2.1 Gerbang PT. Pupuk Kujang Cikampek

Di Cikampek pada tahun 2006 telah pula dioperasikan DEPOT BBM Pertamina untuk melayani konsumen di daerah timur Jakarta seperti Jakarta Timur, Kota dan Kabupaten Bekasi,Kabupaten Karawang,Kabupaten Purwakarta,Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu dan Kota dan Kabupaten Cirebon.

Adapula Sektor Industri Mikro Rumahan (Industri Boneka) Yang Sudah Di Ekspor Ke Berbagai Pulau Di Indonesia,Karena Kualitas dan Kuantitas yang dapat Bersaing dengan Produk Luar Negeri yang Terletak Di Sepanjang Jln.Pak Timbul Kamba.

2.2 Pusat Perbelanjaan & Perhotelan

2.2.a Mall Cikampek
Prasarana Perdagangan yang ada di antaranya adalah :
  • Plaza Cikampek adalah Pusat perbelanjaan Tertua di Cikampek,Terletak Persis di Perempatan samping Jembatan Layang Ahmad Yani,Plaza Cikampek di Bangun pada tahun 80an Dan Sudah di Renovasi pada Tahun 2013.
  • Mall Cikampek adalah Pusat Perbelanjaan terbesar dan Terluas Di Cikampek, Mall ini berada di dawuan persis depan lampu Lalu-lintas dekat Kecamatan Cikampek.
  • Superindo Swalayan
  • Sudirman Center
  • Toserba Yogya Cikampek
  • Cikampek Trade center
  • Giant Ekspress Cikampek
  • Fajar Elektronik solution Cikampek
  • Ruko Central Cikampek (pinggir mall sebelah barat)
  • Carrefour Cikampek (rencana dekat SMAN 1 Cikampek)
  • Ramayana Cikampek (rencana dekat jembatan layang Cikampek)


Selain daripada itu,terdapat juga Pasar Cikampek 1-4 ( pasar Pemda, Pasar Anyar,Pasar gudlay,Pasar ternak dan Unggas) dan Ruko Sepanjang Jalan Juanda, A.Yani, PJKA ,Stasiun Lama (Barat Dan Utara),Sudirman,dan minimarket-minimarket di cikampek.

2.2.b Perhotelan
  • Azana Hotel Bintang 3 cikampek(Rencana lokasi Jln.J.Sudirman no 88 Cikampek)


3. Sarana Pendukung

Meskipun masih sebatas kecamatan (rencana menjadi kota Cikampek), kecamatan Cikampek mempunyai Sarana pendukung yang cukup baik :

3.1 Pelayanan Kesehatan
  • RSU Saraswati Cikampek
  • RSU Karya Husada Jl. A Yani Dawuan Tengah
  • RSU Saraswati, Jl. A Yani Cikampek Selatan
  • RSU Izza, Jl. Raya Parakan Cikampek Utara
  • RSIA Titian Bunda, Jl.Ir.Djuanda no.123 Cikampek
  • BKMM Provinsi Jawa Barat ( Rs.Mata Cikampek ) Jl. Ir. Juanda No.10


3.2 Pendidikan
  • SDN/MI Negeri dan Swasta Berjumlah ± 72
  • SMP/MTS Negeri dan Swasta Berjumlah ± 25
  • SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta Berjumlah ± 16
  • Sekolah Tinggi Berjumlah 2 = BSI Square Cikampek dan Politeknik TMKM


3.3 Jasa Perbankan

Berikut Daftar Bank Yang terdapat Di Cikampek, Yaitu
  • Bank BRI Cabang Cikampek - Jln. Jend A. Yani No. 16 Cikampek SelatanKantor Cabang Pembantu Kosambi Kantor Kas Pupuk Kujang
  • 19 BRI Unit Yang tersebar di Kab. Karawang Bagian Utara dan Timur
  • Bank BNI 46 KCP CIkampek dan kantor Kas Pasar Cikampek - Jln. Jend A. Yani Cikampek Kota
  • Bank Mandiri Cabang Dawuan Cikampek - Jln. Jend A. Yani Dawuan Timur
Meliputi :

  • Bank Mandiri KCP GPB PT Pupuk Kujang
  • Bank Mandiri KCP Cikampek Trade Centre
  • Bank BCA KCP Cikampek - Jln. Jend A. Yani CIkampek Selatan
  • Bank Danamon Cabang Cikampek - Jln. Jend A Yani Cikampek Selatan
  • Bank BTPN Cikampek - Jln. Jend A Yani CIkampek Selatan
  • Bank BII KCP Cikampek - Jln. Jend A Yani no. 60 C - Cikampek Selatan
  • Bank BII KK Bukit Indah - Bukit Indah Cikampek Blok C1 No. 5A Kalihurip Cikampek
  • Bank Syariah Mandiri KCP Cikampek - Jln. Jend A Yani CIkampek Kota
  • Bank BJB KCP CIkampek - Jln Jend A Yani CIkampek Selatan
  • Bank BJB Syariah KCP Cikampek - Jln. Jend A Yani CIkampek Kota
  • Bank Panin KCP Cikampek - Jln Jend A Yani Cikampek Selatan
  • Bank BNP KCP Ahmad Yani CIkampek - Jln Jend A Yani CIkampek Selatan
  • Bank BTN KCP CIkampek - Jln Jend A Yani Dawuan Timur Cikampek
  • Bank Sinar Mas KCP CIkampek - Jln. Jend A Yani Dawuan Timur CIkampek
  • Bank Mega KCP CIkampek - Jln Jend A Yani Dawuan Timur CIkampek
  • Bank Bukopin KCP CIkampek - Jln Jend A Yani CIkampek Selatan
  • Bank CIMB Niaga CIkampek - Jln. Ir H DJuanda CIkampek Timur
  • Bank Muamalat Cikampek - Jln Jend A Yani Ruko Primadona CIkampek Selatan
  • The Bank Of Tokyo - Mitsubishi UFJ Cikampek Service Point - Kawasan Industri Kota Bukit Indah Sektor C1 CIkampek

3.4 Tempat Hiburan
  • KFC Rally Cikampek
  • Alun-Alun Kec.Cikampek - Terdapat Lapangan dawuan dimana setiap tahun di adakan Pekan Raya Cikampek dan Pekan Ramadhan Cikampek.
  • GOLF Cikampek
  • GOLF PT.Pupuk Kujang Cikampek
  • Tirtasari Waterboom
  • Sirkuit Autocar Dawuan (Kawasan Mandalapratama Permai)adalah sebuah tempat yang sering di adakan event Rally tingkat daerah ataupun nasional. Seperti Sprint Rally Speed Driver Seri III Dawuan, Cikampek 2012
  • Situ Kamojing adalah Situ (Danau) yang terdapat di desa kamojing. Sekitar 250m dari situ terdapat Hutan Penelitian Cikampek yang sangat pas untuk rekreasi alam dan kuliner karena hawanya yang dingin dan nyaman.
  • Hutan Penelitian Cikampek Timur

3.5. Stasiun Radio
  • Stasiun Radio Utama di Cikampek Yang Memiliki Jaringan Mencapai Kab. Karawang, Kab.Bekasi, Kab.Purwakarta, Kab.Subang Dan Sekitarnya.
  • Lazuar 94.00 FM Jln.Ir.H.Juanda No.90b Cikampek
  • ADS 105.2 FM ( Adyasamudra ) Jln. Tirtasari Cikampek - Jaringan Etnikom Bens Radio Jakarta, Dan Beberapa Stasiun Radio Lokal yang Hanya mencakup wilayah Cikampek.

4. Kepolisian

Telah di Buka Samsat Outlet yang berada di Mall Cikampek lt.2

5. Tokoh


  • Anwar Ujang
https://id.wikipedia.org/wiki/Anwar_Ujang
mantan pemain nasional sepak bola Indonesia di era 1970-an dan 1980-an.

6. Pemekaran

Rencananya Cikampek akan dimekarkan dari Kabupaten Karawang menjadi kota Cikampek, yang terdiri dari dari 4 atau 5 kecamatan antara lain kecamatan Cikampek, kecamatan Kotabaru, kecamatan Purwasari, kecamatan Tirtamulya, dan kecamatan Jatisari, dengan ibukota yang berada di kecamatan Cikampek. Provinsi Jawa Barat direncanakan akan memiliki 42Kab/Kota. Provinsi Jawa Barat akan menargetkan tahun 2015 wilayah di Jawa Barat akan menjadikan 32Kab/Kota. Ditargetkan pemekaran tersebut menjadi Kab/Kota yang mandiri. Termasuk Cikampek yang akan dimekarkan menjadi Kota Cikampek dari Kab. Karawang. Bupati karawang H. Ade Swara sewaktu berkunjung di PT. Pupuk Kujang Cikampek pada akhir tahun 2013 mengatakan Cikampek sudah layak di mekarkan.

Ketua Presidium Pemekaran Pemerintahan Kota Cikampek, Dr. H. Nandang S Zenju M.Si. Menurutnya Cikampek sebagai Kotamadya itu sudah memenuhi syarat. Namun, banyak hal yang harus diperhatikan untuk merealisasikan wacana yang sejak dulu bergulir ini. Selain perlu tim yang solid di daerah juga kebutuhan anggaran proses pemekaran pun perlu dipersiapkan.
Pranala Luar

Kawasan Industri Kujang Cikampek
Kawasan Industri Kota Bukit Indah Cikampek
Lazuar Fm Cikampek


subang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa

Koordinat: 6°20′23″LU 107°39′22″BT
Sukamandijaya
Desa
Negara Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Subang
Kecamatan Ciasem
Luas 19.52km²
Jumlah penduduk 23.570 jiwa (2010)
Kepadatan 1.207 jiwa/km²

Sukamandijaya adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat. Desa Sukamandijaya merupakan desa dengan wilayah terluas di kecamatan ciasem.

Daftar isi

1 sejarah singkat
2 Pemerintahan
3 Dusun
4 Pendidikan
5 Pranala Luar

sejarah singkat

berada di daerah strategis yang dilintasi jalur pantura membuat desa Sukamandijaya menjadi "pusat pemerintahan" dari kecamatan ciasem , terdapat beberapa kantor pelayanan masyarakat, pasar tradisional, dan berbagai ritel mini market selain pemukiman penduduk dan lahan persawahan yang merupakan milik penduduk dan sebagian besar merupakan lahan garapan Pt. Sang Hyang Seri, sebuah Badan Usaha Milik Negara(BUMN) yang mempunyai bisnis inti perbenihan pertanian . Pt. Sang Hyang Seri (persero) disingkat Pt. SHS, sejak tahun 1940 adalah perkebunan besar milik swasta asing (Inggris) dengan nama Pamanoekan & TJiasemlanden yang dengan adanya nasionalisasi pada tahun 1957 perusahaan ini dikelola oleh Yayasan Pembangunan Djawa Barat (YPDB). Tahun 1966 YPDB berubah bentuk menjadi Proyek Produksi Pangan Sukamandi Jaya bersamaan dengan di bentuknya Proyek penelitian dan Mekanisasi serta Proyek Perhewani. Ketiga proyek ini dilebur pada tahun 1968 menjadi Lembaga Sang Hyang Seri. Tiga tahun kemudian tepatnya tahun 1971 Lembaga Sang Hyang Seri menjadi perusahaan umum (Perum) . Dan pada tahun 1995 status Perum berubah menjadi persero.
Pemerintahan

Pada tahun 2012, Desa sukamandijaya menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) yang dapat dikatakan merupakan pilkades terbesar se kabupaten Subang karena memiliki jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 17.366 orang. Dengan Ading Suryana sebagai Kades terpilih (2012-2018) menggantikan H. Ugih S (2006-2012)
Dusun

Desa Sukamandijaya terdiri dari beberapa dusun yang antara lain Dusun : Ampera, Jurutilu, Karanganyar Barat, Karanganyar Timur, Kaliaren, Margasari, Margaluyu Timur, Pintu, Rawasari, Wesel, Komplek SHS, Komplek BB PADI.
Pendidikan

Dari dunia Pendidikan, di Sukamandijaya sudah cukup baik, banyak terdapat beberapa SD, SMP/Sederajat, SMA/Sederajat,serta Perguruan tinggi, Negeri maupun swasta yang mampu mengakomodir siswa/siswi Sukamandijaya dan beberapa desa sekitar.

Sekolah/Perguruan tinggi yang terletak di Sukamandijaya :

POLITEKNIK Argo Industri SHS
SMA NEGERI 1 Ciasem
SMA Muhammadiyah
SMK Sukamandi
SMK An-Nahla
SMP NEGERI 1 Ciasem
SMP NEGERI 2 Ciasem
MTs PUI Al-Jihad
SDN 1,2,3 Sukamandi
Dll .

Ciasem, Subang

pasar ciasem

Koordinat: 6°19′8″LU 107°40′19″BT

Ciasem
Negara Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Subang
Pemerintahan
Camat Drs. Dadang Darmawan M.si
Luas 117.19km²
Jumlah penduduk 101.926 jiwa (2010)
Kepadatan 922 jiwa/km²
Desa/kelurahan 9 desa
Pabrik tapioka dan sisal Sukamandi milik Pamanoekan- en Tjiasemlanden (1930)

   Ciasem adalah sebuah kecamatan di kabupaten Subang, provinsi Jawa barat. Kecamatan Ciasem terletak di sebelah utara dari kota Subang. Berada di tengah-tengah antara Cikampek dan Pamanukan. Daerah ini dilintasi jalur pantura yang cukup ramai kendaraan terutama pada musim liburan atau saat arus mudik dan balik Lebaran, di jalur ini pula terdapat dua pasar tradisional yakni pasar Sukamandi dan pasar Ciasem. Kantor Camat sendiri berada di Jalan Jnd. A. Yani no. 61 Sukamandi. Di Sukamandi pula berdiri Pt. Sang Hyang Seri (persero) yang mewarisi bekas perkebunan Swasta asing (Inggris) "Pamanoekan & Tjiasemlanden" . Sayangnya perhatian Pemerintah Daerah dirasa kurang untuk kecamatan Ciasem ini,karena dari tahun ke tahun tidak dijumpai banyak perubahan dari segi penampilan ataupun pembangunannya.


Daftar isi

1 Sejarah
1.1 Masa penjajahan Belanda
2 Jumlah Desa

1 Sejarah

1.1 Masa penjajahan Belanda

         Pasca runtuhnya kerajaan pajajaran, wilayah subang seperti halnya wilayah lain di P. Jawa, menjadi rebutan berbagai kekuatan. Tercatat Kesultanan Banten, Mataram, Sumedang larang, VOC, Inggris dan Kerajaan Belanda berupaya menanamkan pengaruh di daerah yang cocok untuk di jadikan kawasan perkebunan serta strategis untuk menjangkau Batavia. Pada saat konflik Mataram-VOC, wilayah kabupaten subang, terutama bagian Utara, dijadikan jalur logistik bagi pasukan Sultan Agung yang akan menyerang Batavia.

          Sebelumnya sekitar tahun 1624 Sultan Agung mengutus Surenggono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 prajurit dari mataram melalui Banyumas untuk tujuan membebaskan Karawang dari pengaruh Banten. Dari Banyumas perjalanan dilanjutkan melalui jalur utara, jalur yang mereka lewati adalah Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Ciasem, dan Karawang. Di Ciasem ditinggalkan sekitar 400 prajurit, Saat itulah terjadi percampuran budaya antara Jawa dengan Sunda ,karena banyak tentara Sultan Agung yang urung kembali ke Mataram dan Menikah dengan wanita setempat.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka kemudian banyak membuka lahan sawah .
           Pada tahun 1771, saat berada dibawah kerajaan Sumedanglarang, di subang tepatnya di pagaden, Pamanukan, dan Ciasem tercatat seorang bupati yang memerintah secara turun temurun. Saat pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) konsensi penguasaan lahan wilayah subang diberikan kepada swasta Eropa. Tahun 1812 tercatat sebagai awal kepemilikan lahan oleh tuan-tuan tanah yang selanjutnya membentuk perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P & T Lands). Penguasaan lahan yang luas ini bertahan sekalipun kekuasaan sudah beralih ke tangan pemerintah Kerajaan Belanda . Lahan yang dikuasai itu mencapai 212.900 Ha, dengan hak eigendom. Untuk melaksanakan pemerintahan di daerah ini, pemerintah belanda membentuk Distrik - distrik (serupa kecamatan) yang membawahi onder distrik.
Masa Nasionalisme

            Tidak banyak catatan sejarah pergerakan pada awal abad ke-20 di kabupaten Subang. Namun, setelah kongres Sarekat Islam di bandung pada tahun 1916 di subang berdiri cabang organisasi Sarekat Islam di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di sukamandi (Ciasem) .
Geografi

Dataran rendah,pertanian pada ketinggian 10m dpl. Dengan temperatur suhu 24-32 derajat celcius .

Batas wilayah
Utara Kecamatan Blanakan
Selatan Kecamatan Cikaum
Timur Kecamatan Sukasari
Barat Kecamatan Patok Beusi

Jumlah Desa
  • Sukamandijaya
  • Pinangsari
  • Dukuh
  • Ciasem Girang
  • Ciasem Tengah
  • Ciasembaru
  • Ciasem Hilir
  • Jatibaru
  • Sukahaji

Recent Posts