Blog

Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Blanakan Destination Guide
Salah satu buaya Muara biBlanakan
Salam Damai SahabatReferensi, kali ini Admin ingin berbagi informasi mengenai salah satu Blanakan - Subang"
tempat wisata yang terdapat dikabupaten Subang. Daerah ini dikenal akan penangkaran buayanya dan budaya ruwatnya, "
Blanakan adalah salah satu bagian dari kecamatan di Kota Subang, Blanakan merubakan pemekaran dari kecamatan Ciasem. 

SahabatReferensi, ketika Anda hendak mengunjungi penangkaran buaya di Blanakan, saran Admin bagi yang tidak suka akan aroma bau amis hendaknya membawa masker atau mengenakan pelindung hidung. Karena bau amisnya yang sangat menyengat.
Terdapat tempat pelelangan ikan dan banyak penjual ikan bakar dipinggir jalan menuju tempat penangkaran.
tentunya bagi Anda yang gemar akan masakan seafood, sangat tepat apabila Anda berkunjung ke tempat ini, ragam sajian dari hasil lautnya akan memanjakan Anda.

Seputar Penangkaran Buaya Blanakan

Blanakan Destination Guide
Penangkaran Buaya Blanakan
Penangkaran buaya jenis buaya muara yang dikelola oleh Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.
Kawasan penangkaran buaya ini memiliki areal total 8 Ha dengan sejumlah kolam dan areal hutan pesisir. Disini terdapat setidaknya 230 ekor buaya jantan dan betina lengkap dengan habitat lingkungannya. Diantara buaya-buaya itu ada satu buaya yang menjadi maskot untuk menarik para pengunjung dengan "atraksi" nya dan juga karena memang ukuran nya yang super besar di banding buaya lainnya, pengelola menamainya si "Baron". Selain suguhan atraksi buaya, pengelola juga menyajikan kuliner laut khas blanakan, yaitu ikan bakar etong, cumi dan kepiting, yang di sajikan di warung-warung yang tertata rapi. Wisatawan juga dapat menyusuri pesisir laut blanakan sampai dengan patimban dengan menggunakan jasa penyewaan kapal boat atau berjalan kaki menyusuri hutan mangrove.

Budaya Ruat Laut

Blanakan Destination Guide
Perjalanan menuju pusat acara ruat
Tradisi yang dilaksanakan setiap setahun sekali sebagai wujud rasa syukur dan pengharapan atas hasil laut serta keselamatan yang diperoleh para nelayan. Biasanya berlangsung sepekan dan di ikuti oleh ratusan nelayan. Puncak acara berupa pelepasan dongdang, miniatur perahu berisi aneka makanan tradisional serta kepala dan darah kerbau, di perairan laut Jawa. 
Sekitar satu kilometer selepas muara Blanakan, dongdang dilepaskan. Ratusan nelayan yang menumpang perahu-perahu pun terjun dan berenang untuk memperebutkan isi dongdang. Mereka percaya bahwa darah kerbau serta barang-barangyang ada di dongdang membawa berkah bagi usaha melautnya.


Faslitas dan Tarif

Terminal perahu, areal parkir, arena bermain anak, warung-warung makanan.
Tarif masuk Rp 4000/0rang

Aksebilitas menuju Blanakan 

SahabatReferensi, jalan menuju lokasi ini beraspal, sehingga pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi roda 2 atau roda 4, ataupun menggunakan kendaraan umum. Adapun waktu tempuh dari kota Subang sekitar 60 menit, dari Bandung sekitar 2,5 jam dan dari Jakarta via Pantura sekitar 3 jam.

SalamAdmin #01
Curug Bentang, Subang pesona jawa barat
Curug Bentang, Subang
Jika Anda datang ke Subang, tak ada salahnya berkunjung ke Curug Bentang. Curug dengan letak yang tersembunyi ini menawarkan keindahan alam yang sulit untuk ditolak. Pesonanya siap memukau indera penglihatan Anda.
Sudahkah Anda jalan-jalan ke curug Bentang? Ketika berwisata ke Kabupaten Subang, sempatkanlah mampir ke Curug tersebut. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kawasan objek pemandian air panas Ciater. Kemolekan alamnya yang terpancar seolah-olah memberi pemikat untuk dapat dinikmati oleh khalayak ramai masyarakat. 
Secara Geografis, Curug Bentang terletak di Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Letaknya berada di antara lembah, di bagian utara Gunung Tangkubanparahu. Kalau dari arah Bandung, jarak tempuhnya kurang lebih 40 kilometer saja.
Untuk sampai ke lokasi, setelah berada di kawasan wisata pemandian air panas Ciater, tak jauh dari Jalan raya penghubung Bandung – Subang, di sebelah kanan jalan raya tersebut terdapat sebuah jalan desa atau sejenis gang yang bisa dilalui oleh mobil dan kendaraan bermotor lainnya. Dari jalan desa ini kita dapat memulai petualangan menuju ke-eksotisan Curug Bentang.
Curug Bentang, Subang
Curug Bentang, Subang
Suasana alamnya begitu membuat kangen, melintasi jalan desa yang beraspal tipis itu, terlihat di kiri-kanan jalan kampung itu terdapat perkebunan teh yang terhampar luas. Apabila pagi sudah muncul, angin lembah yang berhembus begitu terasa dingin menerpa sekujur badan, penuh lembab membawa bingkisan hasil proses dari penguapan. Tatapan mata pun mulai dimanjakan oleh eloknya pemandangan kawasan yang berkarakter khas lereng pegunungan.
Disarankan ketika hendak mengunjunginya, setelah berada di dalam jalan desa itu, sempatkanlah bertanya ke beberapa penduduk setempat mengenai rute menuju arah Kampung Banceuy yang menjadi lokasi keberadaan Curug Bentang. Karena aksesnya tidak di lengkapi oleh plang keterangan penunjuk arah menuju keberadaan Curug Bentang.
Memasuki Kampung adat Banceuy, tak begitu jauh berada di bagian depan pintu masuknya, terdapat bangunan penginapan sederhana, di sebelah kanan sebagai penanda keberadaan Curug Bentang. saat saya ke sana, lokasi tersebut tidak menyediakan tempat pemungutan tiket masuk. Saya berasumsi, bangunan yang mirip penginapan itu mungkin awalnya bertujuan untuk pendukung dalam pengembangan Curug Bentang sebagai objek wisata, namun kondisinya sedikit tak terawat.

Dari samping bangunan sejenis penginapan tadi, terdapat jalan kecil yang di plester semen membentuk tangga yang tersusun rapi. Tangga itu mengarahkan ke jalan setapak menuju bagian bawah yang di sampingnya berhiaskan undakan terasering sawah yang padinya baru saja selesai tanam.

Daya tarik curug Bentang memang sungguh luar biasa. Nuansanya layak dijadikan tempat wisata unggulan di Subang. Hal yang menarik, aliran airnya membentuk beberapa undakan curug, dari masing-masing undakan itu terdapat kubangan, mulai dari bagian atas, tengah, dan bagian bawah. Bentukannya akan terlihat jelas apabila berdiri di relief bagian depannya.

Ketika jalan-jalan ke sana, cobalah dengan kondisi nuansa musim yang berbeda, karena Ketika musim kemarau, air yang jatuh itu sedikit tertampung memberikan warna hijau yang dominan. Dampak dari proses pengikisan yang berlangsung lama, batuan-batuan beku yang menjadi penyusun curug itu terlihat berpola, sehingga kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap penampakan warna dan volume airnya.

Tak kalah menarik lagi, di saat musim hujan yang sedang berlangsung, pastinya air terjun itu bervolume besar yang tak berhenti-hentinya mengguyur menyuguhkan keindahan. Berani coba?

Sisingaan, Salah Satu Kebudayaan Khas Kabupaten Subang
Sisingaan, Salah Satu Kebudayaan Khas Kabupaten Subang
Patung Sisingaan Ikon Kota Subang
   Sisingaan atau Gotong Singa (sebutan lainnya Odong-odong) merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat Jawa Barat, khas Subang (di samping seni lainnya seperti Bajidoran dan Genjring Bonyok) berupa keterampilan memainkan tandu berisi boneka singa (Sunda: sisingaan, singa tiruan) berpenunggang.
Pertunjukan ini sering disajikan sebagai bagian dari upacara sunatan atau upacara lainnya dalam bentuk arak-arakan. Sisingaan biasanya ditampilkan dalam dua bentuk yang berbeda. Warga Subang menamakannya sebagai singa pergosi dan singa buhun.Pada atraksi sisingaan, sepasang anak kecil dengan memakai baju adat Sunda dinaikkan keatas sepasang tandu singa, yang diusung oleh empat orang pengarak. Atraksi dilakukan dengan berputar-putar, ataupun maju mundur dan bergerak terus mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota sampai akhirnya kembali ke tempat semula.

Sejarah & perkembangan

   Terdapat beberapa keterangan tentang asal usul Sisingaan ini, di antaranya bahwa Sisingaan memiliki hubungan dengan bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajah lewat binatang Singa kembar (Singa kembar lambang penjajah Belanda), yang pada waktu itu hanya punya sisa waktu luang dua hari dalam seminggu. Keterangan lain dikaitkan dengan semangat menampilkan jenis kesenian di Anjungan Jawa Barat sekitar tahun 70-an, ketika Bupati Subang dipegang oleh Pak Atju. Pada waktu itu RAF (Rachmatulah Ading Affandi) yang juga tengah berdinas di Subang, karena ia dikenal sebagai seniman dan budayawan dimintakan kitanya. Dalam prosesnya itu, akhirnya ditampilkanlah Gotong Singa atau Sisingaan yang dalam bentuknya masih sederhana, termasuk musik pengiringnya dan kostum penari pengusung Sisingaan. Ternyata sambutannya sangat luar biasa, sejak itu Sisingaan menjadi dikenal masyarakat.
   Dalam perkembangan bentuknya Sisingaan, dari bentuk Singa Kembar yang sederhana, semakin lama disempurnakan, baik bahan maupun rupanya, semakin gagah dan menarik. Demikian juga para pengusung Sisingaan, kostumnya semakin dibuat glamour dengan warna-warna kontras dan menyolok.. Demikian pula dengan penataan gerak tarinya dari hari ke hari semakin ditata dan disempurnakan. Juga musik pengiringnya, sudah ditambahkan dengan berbagai perkusi lain, seperti bedug, genjring dll. Begitu juga dengan lagu-lagunya, lagu-lagu dangdut popular sekarang menjadi dominan. Dalam beberapa festival Helaran Sisingaan selalu menjadi unggulan, masyarakat semakin menyukainya, karena itu perkembangannya sangat pesat.
   Dewasa ini, di Subang saja diperkirakan ada 200 grup Sisingaan yang tersebar di setiap desa, oleh karena itu Festival Sisingaan Kabupaten Subang yang diselenggarakan setiap tahunnya, merupakan jawaban konkrit dari antusiasme masyarakat Subang. Karena bagi pemenang, diberi peluang mengisi acara di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Penyebaran Sisingaan sangat cepat, dibeberapa daerah di luar Subang, seperti Sumedang, Kabupaten Bandung, Purwakarta, dll, Sisingaan menjadi salah satu jenis pertunjukan rakyat yang disukai, terutama dalam acara-acara khitanan dan perkawinan. Sebagai seni helaran yang unggul, Sisingaan dikemas sedemikian rupa dengan penambahan pelbagai atraksi, misalnya yang paling menonjol adalah Jajangkungan dengan tampilan manusia-manusia yang tinggi menjangkau langit, sekitar 3-4 meter, serta ditambahkan dengan bunyibunyian petasan yang dipasang dalam bentuk sebuah senapan.
   Dalam rangka menumbuhkembangkan seni sisingaan khas kabupaten subang, sanggar seni ninaproduction berupaya untuk melakukan regerasi melaui pembinaan tari anak-anak usia 7 tahun sampai remaja, termasuk tari sisingaan. Nina production beralamat di Jalan Patinggi no 78 Desa buni hayu Jalancagak Subang, sampai saa ini Sanggar Nina Production telah di liput oleh trans 7 dalam acara wara wiri, Daai TV dan sekarang tangggal 2 Mei 2010 akan diliput oleh ANTV dalam acara anak pemberani.

Pertunjukan

 Sisingaan atau Odong-odong      Pertunjukan Sisingaan pada dasarnya dimulai dengan tetabuhan musik yang dinamis. Lalu diikuti oleh permainan Sisingaan oleh penari pengusung sisingaan, lewat gerak antara lain: Pasang/Kuda-kuda, Bangkaret, Masang/Ancang-ancang, Gugulingan, Sepakan dua, Langkah mundur, Kael, Mincid, Ewag, Jeblag, Putar taktak, Gendong Singa, Nanggeuy Singa, Angkat jungjung, Ngolecer,Lambang, Pasagi Tilu, Melak cau, Nincak rancatan, dan Kakapalan. Sebagai seni Helaran, Sisingaan bergerak terus mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota. Sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Di dalam perkembangannya, musik pengiring lebih dinamis, dan melahirkan musik Genjring Bonyok dan juga Tardug.

Penyajian 

Pola penyajian Sisingaan meliputi:
  • Tatalu (tetabuhan, arang-arang bubuka) atau keringan
  • Kidung atau kembang gadung
  • Sajian Ibingan di antaranya solor, gondang, ewang (kangsreng), catrik, kosong-kosong dan lain-lain
  • Atraksi atau demo, biasanya disebut atraksi kamonesan dalam pertunjukan Sisingaan yang awalnya terinspirasi oleh atraksi Adem Ayem (genjring akrobat) dan Liong (barongsay)
  • Penutup dengan musik keringan.

Musik pengiring

Musik pengiring Sisingaan pada awalnya cukup sederhana, antara lain: Kendang Indung (2 buah), Kulanter, Bonang (ketuk), Tarompet, Goong, Kempul, Kecrek. Karena Helaran, memainkannya sambil berdiri, digotong dan diikatkan ke tubuh. Dalam perkembangannya sekarang memakai juru kawih dengan lagu-lagu (baik vokal maupun intrumental), antara lain: Lagu Keringan, Lagu Kidung, Lagu Titipatipa, Lagu Gondang, Lagu Kasreng, Lagu Selingan (Siyur, Tepang Sono, Awet rajet, Serat Salira, Madu dan Racun, Pria Idaman, Goyang Dombret, Warudoyong dll), Lagu Gurudugan, Lagu Mapay Roko atau Mars-an (sebagai lagu penutup). Lagu lagu dalam Sisingaan tersebut diambil dari lagu-lagu kesenian Ketuk Tilu, Doger dan Kliningan.

Pemaknaan
Ada beberapa makna yang terkandung dalam seni pertunjukan Sisingaan, diantaranya:
  • Makna sosial, masyarakat Subang percaya bahwa jiwa kesenian rakyat sangat berperan dalam diri mereka, seperti egalitarian, spontanitas, dan rasa memiliki dari setiap jenis seni rakyat yang muncul.
  • Makna teatrikal, dilihat dari penampilannya Sisingaan dewasa ini tak diragukan lagi sangat teatrikal, apalagi setelah ditmabhakn berbagai variasi, seperti jajangkungan dan lain-lain.
  • Makna komersial, karena Sisingaan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, maka antusiasme munculnya sejumlah puluhan bahkan ratusan kelompok Sisingaan dari berbagai desa untuk ikut festival, menunjukan peluang ini, karena si pemenang akan mendapatkan peluang bisnis yang menggiurkan, sama halnya seperti seni bajidoran.
  • Makna universal, dalam setiap etnik dan bangsa seringkali dipunyai pemujaan terhadap binatang Singa (terutama Eropa dan Afrika), meskipun di Jawa Barat tidak terdapat habitat binatang Singa, namun dengan konsep kerkayatan, dapat saja Singa muncul bukan dihabitatnya, dan diterima sebagai miliknya, terbukti pada Sisingaan.
  • Makna Spiritual, dipercaya oleh masyarakat lingkungannya untuk keselamatan/ (salametan) atau syukuran.

Sumber dan Referensi :
Curug Agung atau Batu Kapur
Kawasan Jawa Barat terkenal banyak memiliki air terjun atau curug. Salah satunya yang cukup membetot perhatian masyarakat ialah keberadaan Curug Agung atau yang lebih dikenal dengan Curug Batu Kapur. Curug Agung merupakan arena rekreasi yang terdiri dari kolam renang air panas, kolam renang air biasa, tempat camping (camping ground), pondokan, tempat makan, maupun tempat bermain bagi anak-anak. Jadi, bagi Anda yang datang kesini sambil membawa anak-anak, tak perlu pusing memikirkan tempat yang aman buat mereka karena ada tempat khusus bagi mereka leluasa bermain.


Curug Agung atau Batu Kapur
Kolam air panas yang ada disini juga bukan sembarangan karena menurut pengakuan beberapa pengunjung air panasnya bisa menyembuhkan penyakit gatal-gatal. Kemungkinan besar air panas yang ada di tempat ini mengandung belerang yang meskipun berbau menyengat namun sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit kulit akut semisal gatal-gatal, kadas, kudis, kurap bahkan eksim. Tak percaya? Kalau begitu, Anda mesti mencobanya!


Selain itu, dengan datang kesini pengunjung bisa menikmati kesejukan air dari Curug Agung selain bisa melihat pemandangan alam pedesaan yang masih tampak alami disertai dengan pesawahan. Air sungai juga mengalir dengan sangat jernihnya, masih jauh dari pencemaran baik darat maupun udara. Sungguh pengalaman yang tak mungkin didapatkan di kota besar, Curug Agung seolah menjadi obat bagi mereka yang bosan dengan hiruk-pikuk kehidupan di kota yang berpolusi, macet, dan menjemukan.

Curug Agung atau Batu KapurNamun, tak ada gading yang tak retak. Wana wisata Curug Batu Kapur ini kondisinya memprihatinkan dan sudah tidak terawat lagi, lantaran akses menuju lokasi ini jalannya sangat buruk terlebih lagi letaknya di pedesaan, padahal dari segi fasilitas sudah terlihat lumayan lengkap sebagaimana disebutkan diatas. Perlu ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk kembali menggelorakan potensi wisata yang ada di curug ini. Tiket masuknya Rp. 2.000/orang.




Lokasi

Curug Agung berada di Desa Curug Agung, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat –Indonesia.
          
Ciater Highland Resort
Ciater Highland Resort 
          Ciater highland resort - Merupakan tempat yang cocok untuk berlibur bersama rekan sejawat, sahabat dan keluarga, karena selain dapat menikmati beragam fasilitas juga dapat mengunjungi tempat wisata yang ada disekitarnya, antara lain Kawasan Wisata Air Panas Alam Ciater, Pabrik pengolahan Teh Ciater dan Kawah Gunung Tangkuban Perahu. 
Villa di ciater, Resort pegunungan bergaya ranch pertama di Indonesia, terletak di antara perkebunan teh di bawah kaki gunung Tangkuban Perahu dengan ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, dengan suhu udara antara 18 sampai dengan 23 derajat celcius. Letak Resort sangat strategis, villa dekat wisata air panas sari ater ini menawarkan suasana alam pegunungan yang bagus indah, hijau, sejuk dan nyaman dengan fasilitas yang sangat lengkap, dan lokasi berdekatan dengan kawasan rekreasi Air Panas Ciater,dengan harga sewa villa murah dan terjangkau.

Selain memiliki panorama yang Indah, Ciater Highland Resort juga memiliki Wisata yang lengkap, dengan lokasi yang aman, nyaman, dan strategis yang cocok untuk beristirahat. Penginapan di ciater subang ini juga memiliki panorama yang indah Udara yang sejuk, dengan suasana pegunungan dan perkebunan teh yang elok.

Ciater Highland Resort Ciater Highland Resort menawarkan Beragam aktifitas antara lain : Meeting&Training, Family gathering, Employee gathering, Resepsi pernikahan, Launching product, Pameran, Arisan, Pertemuan keluarga, Tea walk, Tea Fun Bike, Trail Adventure, Outbound dan kegiatan lainnya.
Kami menawarkan beragam pilihan, penginapan villa murah mulai dari 2, 3 & 4 kamar tidur dan Guest House Pegasus I,II, III & EXISTA yang cocok untuk liburan keluarga Anda yang hendak berwisata Air panas Alam Ciater dan Gunung Tangkuban Perahu.

Ciater Highland Resort merupakan hunian yang masih asri namun strategis ke tempat wisata keluarga Anda. Sewa Villa Ciater Highland Resort Subang adalah tempat berwisata yang dapat memanjakan keluarga Anda yang mampu menyajikan wisata kuliner atau wisata alam dan wisata argo atau bagi Anda yang hendak berwisata sambil shooping dekat ke Lembang atau Bandung yang merupakan kota yang terkenal di Indonesia.

Fasilitas :

Villa & Guest House
Kolam Renang Keluarga
Lapangan Futsal
Drivingrange
Billiard
Meeting Room
Kafe & Resto
Funchtion Room
Camping Ground
Lapangan Indoor & Outdoor 


Contact:

Email : ciaterhighlandresort.mkt@gmail.com
Hp :
- Dedi Nugraha (085221211562)
- Uus Usmanulhakim (085221139108)
BBM : 21AFA1E1 , 217C495F , 25BB6C37
Website : www.ciaterhighland-resort.com

Alamat :
Jl.Raya Ciater - Subang
Desa Cisaat Kec.Ciater
Subang 41281
Telp. (0260) 470 - 519
Desa Cicadas Panaruban – Kec. Jalancagak


Capolaga Adventure Camp "SUBANG"Merupakan salah satu obyek ekowisata yang ada di kabupaten Subang, terletak di desa Cicadas Panaruban, kecamatan Sagalaherang.

Capolaga Adventure Camp mempunyai keindahan ekosistem sungai Cimuja yang unik berupa air terjun Cimuja, air terjun Karembong dan air terjun Sawer yang dikelola secara kaidah alam. Selain air terjun, di obyek wisata inipun dapat ditemui gua-gua, salah satunya adalah Gua Badak. Dengan didukung oleh fasilitas wisata dan kegiatan out bound, menjadikan obyek ini tempat yang sangat cocok bagi para wisatawan yang mempunyai jiwa petualang.


Fasilitas :

Fasilitas dan kegiatan yang dapat mendukung kegiatan rekreasi di Capolaga Adventure Camp di antaranya:
Capolaga Adventure Camp "SUBANG"
1. Out bound
2. Outing.
3. Family atau company gathering.
4. Adventure sport.
5. Tarcking dan bird watching.
6. Tea walk.
7. Lahan perkemahan.
8. Photograhy.
9. Kolam pancing.

Aksesibilitas :

Waktu tempuh dari Subang menuju obyek wisata ini yaitu sekitar 45 menit, dari Bandung 1,5 jam sedangkan dari Jakarta via tol Sadang sekitar 3 jam. Adapun kondisi jalan sebagian masih berupa jalan batu.


Contact  :

(+0260) 470 941
(+022) 601 2981
(+62) 815 7165 232 (SMS Only)
(+62) 818 622 674 (SMS Only)
Kawah Gunung Tangkuban Perahu, Subang-Bandung, Jawa Barat.

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, Subang-Bandung, Jawa Barat.
 Tangkuban Perahu, Subang-Bandung

       Di antara rimbunnya perkebunan teh, diwilayah Selatan Kabupaten Subang memiliki sumber mata air panas yang terus mengalir di daerah Ciater. Sari Ater merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal karena ke-khasan-nya dan ramai pada saat liburan terutama pada saat liburan Hari Raya Lebaran. Selain menyediakan kolam pemandian air panas juga memiliki penginapan - penginapan yang terjangkau dan berkualitas, sehingga sangat cocok bagi keluarga yang ingin berlibur. Kemudian juga terdapat sebuah tempat Spa yang letaknya berdekatan dengan obyek wisata Sari Ater. Selain itu Kabupaten Subang memiliki tujuan wisata alam air terjun yang memiliki pemandangan yang sangat indah, yaitu Curug Cijalu. Meskipun masih dikelola secara sederhana, Curug Cijalu memiliki daya tarik yang luar biasa karena curug ini memiliki tujuh curug, namun yang hanya bisa didatangi oleh pengunjung hanya dua, karena letaknya cukup dekat dan curug lainnya berada di tengah-tengah hutan dan cukup jauh, tetapi jika kita ingin melihat ke tujuh curug tersebut bisa saja dan akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Ada juga Curug Cileat yang berada di Kecamatan Cisalak dan Curug Cibareuhbeuy yang tak kalah keeksotisannya. Gunung berapi Tangkuban Perahu (su: Tangkuban Parahu) yang memiliki keindahan kawahnya dan udaranya yang sejuk. Di bagian subang tengah terdapat berbagai wisata dari wisata kuliner hingga sejarah dan budaya seperti, Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang, Gedung Wisma Karya, Museum Daerah, dan lain sebagainya. Di bagian pesisir utara Subang menyajikan wisata pantai, yakni Pantai Kalapa Patimban Subang yang setiap tahunnya mengadakan Upacara Adat Nadran.

Berikut beberapa Objek Wisata terkenal di Kabupaten Subang :

Wisata rekreasi :
 Pariwisata DiSubang
  • Capolaga Adventure Camp
  • Ciater Highland Resort
  • Curug Agung/Batu Kapur
  • Curug Bentang
  • Curug Cibareuhbeuy
  • Curug Cijalu
  • Curug Cileat
  • Desa Wisata Sari Bunihayu
  • Desa Adat Wisata Wangunharja
     Pariwisata DiSubang
  • Kampoeng Jatimas
  • Wisata Air Cigayonggong
  • Pemancingan Lembah Gunung Kujang
  • Sariater Spa Spring Resort
  • Gunung Tangkuban Parahu
  • Kolam Renang Ciheuleut
  • Waterboom Tirta Melati (pagaden)
  • Planet Waterboom
  • Penangkaran Buaya Blanakan
  • Pantai Kalapa Patimban
  • Kolam Renang Tirta Citapen
  • Curug Cijuhung Dawuan
  • Kolam Renang Tirta Galih



Wisata sejarah, budaya, dan religi

  • Gedung Wisma Karya, Subang
  • Gedung ini terletak di Jl. Ade Irma Suryani, Subang. Gedung ini dibangun ketika Masa Penjajahan Belanda. Gedung ini digunakan untuk Berdansa dan berpesta ketika zaman itu. Namun sekarang gedung tersebut digunakan untuk public space dan aktivitas masyarakat Kota Subang. Di Gedung ini juga terdapat Museum Sejarah Kabupaten Subang, salah satunya patung tuan tanah, Willem Hofland.
  • Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang
  • Gedung Gede / Big House
  • Museum Rumah Sejarah Perjanjian Kalijati
  • Museum Daerah Kabupaten Subang
  • Museum Amerta Dirgantara
  • Makam Raden Aria Wangsa Goparana
Wisata kuliner
  • Oncom Dawuan
  • Krupuk Miskin Purwadadi
  • Nanas Simadu
  • Olahan Nanas
  • Gepuk
  • Ubi Cilembu
  • R.M. Abah
  • R.M. Mang Yeye
  • Nasi Liwet Mang Aca
  • Nasi Liwet Mang Nana
  • Keripik Pisang 69
  • Rambutan Kalijati
  • R.M. Nangka
Kesenian

Subang memiliki beberapa Kesenian yang tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lain. Kesenian-kesenian tersebut berkembang di masyarakat Subang sejak Masa Penjajahan dulu.

Berikut kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Subang:
  • Gotong Singa / Sisingaan
  • Gembyung
  • Mapag Dewi Sri
  • Nadran
  • Ruwatan Bumi
  • Toleat 

Olahraga
Subang memiliki klub sepak bola, yang bernama Persikas Subang, yang bermain di Divisi Tiga. Klub ini bermain di Stadion Persikas, Subang. Stadion Persikas juga sering dipakai sebagai training center beberapa tim lainnya di Jawa Barat, seperti Persib Bandung, Persikab Kabupaten Bandung, dan Bandung FC dalam masa pemusatan latihan sebelum memulai kompetisi.

Selain dalam cabang olah raga sepak bola, Kabupaten Subang telah melahirkan atlet-atlet berprestasi dalam cabang olah raga dayung, judo, angkat berat, balap motor, sepak takraw dsb. Dan diantaranya pernah meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional XVII di Provinsi Kalimantan Timur.




Pendidikan merupakan modal dasar pembangunan. karena pelaksanaan pembangunan tidak cukup mengandalkan kepada sumber daya alam (SDA) saja, tetapi juga harus meningkatkan sumber daya manusianya (SDM). Suatu wilayah yang mempunyai kepadatan yang tinggi tanpa dibarengi dengan mutu SDM yang tinggi maka akan menimbulkan kerawanan sosial atau bahkan penduduk tersebut akan menjadi beban pembangunan. Jalur yang paling realistis untuk meningkatkan SDM adalah jalur pendidikan.

Sejak tahun 1994, pemerintah telah melakukan kebijakan untuk perbaikan dunia pendidikan yaitu dengan dicanangkannya Program Wajib Belajar sembilan tahun. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang menggembirakan karena kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang setinggi–tingginya bagi seluruh rakyat semakin terbuka. Perkembangan mutu pendidikan penduduk Kabupaten Subang salah satunya dapat dilihat dari kemampuan baca-tulis, pendidikan yang ditamatkan dan lain-lain.

Dari hasil survei IPM tahun 2012 dapat diperoleh gambaran bahwa penduduk 10 tahun ke atas di Kabupaten Subang yang dapat membaca dan menulis huruf latin sebesar 91.43%, huruf lainnya 0.27%, sedangkan yang tidak dapat membaca dan menulis sebesar 8.30&. 

Sumber : 
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Subang
- http://www.subang.go.id/


Transportasi
Trasnsportasi Kota Subang


Kabupaten Subang dilewati jalur utama pada wilayah Utaranya dan dimanfaatkan juga sebagai jalur alternatif untuk ke Bandung, Cirebon atau Tasikmalaya. Lintas Subang - Bandung melalui Kalijati semakin diminati para pengemudi karena jalannya yang halus dan bebas hambatan apalagi setelah dibukanya Gerbang Tol Keluar di daerah Sadang. Persimpangan Jalan cagak merupakan persimpangan strategis karena dari persimpangan tersebut dapat menjangkau Bandung - Sumedang - Sadang melalui Wanayasa dan Kota Subang sendiri.
Bila dilihat dari pola jaringan jalan yang ada, aksesibilitas jaringan jalan di kabupaten Subang bersifat sentris, dimana pergerakan antar wilayah yang berseberangan akan melewati ibu kota Kabupaten Subang yang berada pada pusat wilayah kabupaten subang secara keseluruhan. Hal ini sebenarnya merupakan potensi positif bagi kota subang sebagai pusat dari CBD kabupaten Subang dalam upaya pengembangan daerah, namun disisi lain akumulasi dampak negatif muncul ketika tingkat pengelolan jaringan jalan sebagai aksesibilitas pergerakan relatif rendah juga faktor kondisi prasarana jalan dibeberapa segmen ruas jalan di kota yang masih dalam kondisi rusak secara strukural. masih kurang nya apresiasi masyarakat sekitar terhadap tingkat kinerja aksesibilitas yang dimiliki akan berdampak negatif terhadap pengembangan daerah secara keseluruhan, hal ini terlihat pada tingkat kepedulian masyarakat terhadap kondisi jaringan jalan bilamana jalan tersebut dalam keadaan butuh perbaikan masih relatif rendah, ditambah lagi dengan upaya penanganan pemerintah daerah yang dinilai sangat lamban terhadap kondisi serupa. Tema "Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju" diharapkan akan menjadi pemicu semangat Pemerintah Daerah sebagai pengelola sekaligus warga subang secara keseluruhan dalam merealisasikan cita-cita luhur Kabupaten Subang khususnya dalam upaya pengelolaan di atas.


Secara kuantitas maupun kualitas, kondisi angkutan umum di kota subang belum mampu mengakomodir mobilitas masyarakat Subang, hal ini disebabkan keterbatasan trayek/rute dari angkutan kota yang belum menjangkau kawasan padat penduduk secara keseluruhan yang mendorong masyarakat lebih memilih untuk menggunakan sarana transportasi pribadi dibandingkan angkutan umum.
Efek negatif dari kondisi tersebut sudah terlihat, dimana pada beberapa ruas khususnya jalan pemukiman intensitas kemacetan menjadi lebih tinggi. hal ini perlu perhatian lebih serius guna mengantisipasi situasi yang lebih parah lagi di kemudian hari. Dengan belajar dari daerah lain yang jauh lebih maju, konsekuensi dari kondisi ini akan mahal harganya jika tidak ditangani sejak dini.

angkutan umum diSubang
Salah satu angkutan umum diSubang

Geografi dan Topografi Kota Subang
Peta Kota Subang
Geografi

Iklim
         Tingkat kemiringan dan Iklim dilihat dari tingkat kemiringan lahan, sekitar 80.80 % wilayah Kabupaten memiliki tingkat kemiringan 0° - 17°, 10.64 % dengan tingkat kemiringan 18° - 45° sedangkan sisanya (8.56 % memiliki kemiringan di atas 45 °. Secara umum wilayah Kabupaten Subang beriklim tropis, dalam tahun 2005 curah hujan rata-rata pertahun 2.352 mm dengan jumlah hari hujan 100 hari. Dengan iklim yang demikian, serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai, menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk Pertanian.

        Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 3 bagian wilayah, yakni wilayah selatan, wilayah tengah dan wilayah utara. Bagian selatan wilayah Kabupaten Subang terdiri atas dataran tinggi/pegunungan, bagian tengah wilayah Kabupaten Subang berupa dataran, sedangkan bagian Utara merupakan dataran rendah yang mengarah langsung ke Laut Jawa. Sebagian besar wilayah Pada bagian selatan kabupaten Subang berupa Perkebunan, baik perkebunan Negara maupun perkebunan rakyat, hutan dan lokasi Pariwisata. Pada bagian tengah wilayah kabupaten Subang berkembang perkebunan karet, tebu dan buah-buahan dibidang pertanian dan pabrik-pabrik dibidang Industri, selain perumahan dan pusat pemerintahan serta instalasi militer. Kemudian pada bagian utara wilayah Kabupaten Subang berupa sawah berpengairan teknis dan tambak serta pantai.


Topografi

Berdasarkan tofografinya, wilayah kabupaten Subang dapat dibagi ke dalam 3 zona, yaitu:



Daerah pegunungan (Subang bagian selatan) 

Daerah ini memiliki katinggian antara 500-1500 m dpl dengan luas 41.035,09 hektare atau 20 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. 
Wilayah ini meliputi Kecamatan Jalancagak, Ciater, Kasomalang, Sagalaherang, Serangpanjang,sebagian besar Kecamatan Jalancagak dan sebagian besar Kecamatan Tanjungsiang.

Daerah berbukit dan dataran (Subang bagian tengah)

Daerah dengan ketinggian antara 50 – 500 m dpl dengan luas wilayah 71.502,16 hektare atau 34,85 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang.
Zona ini meliputi wilayah Kecamatan Cijambe, Subang, Cibogo, Kalijati, Dawuan, Cipeundeuy, sebagian besar Kecamatan Purwadadi, Cikaum dan Pagaden Barat.

Daerah dataran rendah (Subang bagian utara)

Dengan ketinggian antara 0-50 m dpl dengan luas 92.639,7 hektare atau 45,15 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. 
Wilayah ini meliputi Kecamatan Pabuaran, Pagaden, Cipunagara, Compreng, Ciasem, Pusakanagara, Pusakajaya Pamanukan, Sukasari, Legonkulon, Blanakan, Patokbeusi, Tambakdahan, sebagian Pagaden Barat.

Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Subang
SUBANG
Lambang Kabupaten Subang
Moto: Karya Utama Satya Nagara, Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju

Peta lokasi Kabupaten Subang

Koordinat              : 107” 31’ - 107” 54’ bujur timur dan 6” 1’ - 6” 49’ lintang selatan
Provinsi                 : Jawa Barat
Hari jadi                : 5 April 1948
Dasar hokum         : Undang-undang No. 4 Tahun 1968
Ibu kota                : Subang
Pemerintahan        :
- Bupati H.Ojang Sohandi, S.S.T.P., M.Si.
- DAU Rp. 1.032.567.532.000.-(2013)
Luas                      : 2.051,76 km2
Populasi                :
- Total 1,501,647 jiwa (2012)
- Kepadatan 0 jiwa/km2


Demografi
- Bahasa Indonesia, Sunda, Bahasa Cirebon (penyebaran utama Bahasa Cirebon berada pada kecamatan-kecamatan di Pesisir Subang dan Bantaran Sungai Cipunegara yang berbatasan langsung dengan kabupaten Indramayu)
- Kode area telepon 0260
Pembagian administratif
- Kecamatan 30
- Kelurahan 245/8
- Situs web www.subang.go.id

          Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007, Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 245 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Subang.


        Kabupaten ini dilintasi jalur pantura, namun ibu kota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang mlintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, Kabupaten Sumedang, jalur ini sangat ramai terutama pada musim libur seperti lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung disebelah selatan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai kawasan pariwisata Air panas Ciater dan Gunung Tangkuban Parahu


              Penduduk Subang pada umumnya adalah suku Sunda, yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Sementara kecamatan-kecamatan di wilayah pesisir Subang dan beberapa kecamatan di sepanjang sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu penduduknya menggunakan bahasa Cirebon yang hampir serupa dengan bahasa Cirebon dialek Indramayu atau yang lebih dikenal dengan nama basa Dermayon
Demografi subang


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Subang




Sahabat Referensi, Siapa yang tak suka akan makanan yang Lezaat satu ini, makanan ini digemari akan banyak kalangan. Bahkan para petinggi negara kitapun sangat gemar dengan makanan yang satu ini.

Bentuknya dan rasanya yang sangat unik, dan mudah untuk dijumpai membuat para penggemar makanan ini tidak sulit untuk mendapatka, harga perporsinya terjangkau. Yak makanan ini bentuk umumnya bulat dan bisa dihidangkan dalam setiap moment. #Bakso namanya.

Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang lazim ditemukan pada masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur dan ditaburi bawang goreng dan seledri.

Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual dipasar swalayan ataupun mal-mal. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai.
Asal mula
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam.

Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang.


Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah melimpah.
Beberapa Variasi Bakso :
  • Bakso urat : bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar 
  • Bakso bola tenis atau bakso telur : bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus 
  • Bakso gepeng : bakso berbentuk pipih 
  • Bakso ikan : bakso berbahan daging ikan 
  • Bakso udang : bakso berbahan dari udang 
  • Bakso Malang : hidangan bakso dari kota Malang, Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng. Pedagang bakso Malang yang terkenal adalah Henky Eko Sriyantono pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko. 
  • Bakso Karimunjawa atau lebih dikenal Bakso Ikan Ekor Kuning : bakso yang bahannya berasal dari Ikan Ekor Kuning. 
  • Bakso Solo dan Bakso Wonogiri : hidangan bakso yang berasal dari Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap bakso Malang. Tetapi bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat. Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan. Pedagang bakso Wonogiri yang terkenal adalah Ki Ageng Widyanto Suryo pemilik Bakso Lapangan Senayan. 
  • Bakso keju : bakso resep baru berisi keju 
  • Bakso bakar : bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar. 
  • Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut bakso kerikil. 
  • Bakso Balungan : bahan dasarnya tulang 
  • Bakso Unyil : bahan dasarnya daging sapi digiling tetapi ukuran bulatannya seukuran kelereng 
  • Bakso tahu goreng (disingkat Batagor) : bahan dasarnya daging sapi; penyajian dikombinasi/dicampurkan dengan tahu goreng. Bakso jenis ini banyak dijumpai di kota Bandung, Jawa Barat 

Dan masih banyak lagi varian bakso diIndonesia ini, mulai dari bentuk dan rasanya. SahabatReferensi tinggal sesuaikan dengan selera yang diinginkan.


Kilas Warung Tegal WARTEG         Sahabat referensi, sudah tidak asing lagi tentunya dengan salah satu warung makan dari kota Tegal ini. Iya selain harga menunya yang terjangkau tentunya warung makan ini sangat mudah dijumpai hampir diseluruh ibu kota.
Tidak ada salahnya jika kita yang sering makan diwarung tegal, sedikit mengenal tentang Warung Tegal ini.

      Warung Tegal adalah salah satu jenis usaha gastronomi yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Biasa juga disingkat Warteg. 

           Nama ini seolah sudah menjadi istilah generik untuk warung makan kelas menengah ke bawah di pinggir jalan, baik yang berada di kota Tegal maupun di tempat lain, baik yang dikelola oleh orang asal Tegal maupun dari daerah lain. Warung tegal pada awalnya banyak dikelola oleh masyarakat dari dua desa di Kabupaten Tegal dan satu desa di Kota Tegal yaitu warga desa Sidapurna, Sidakaton Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal & Krandon. Mereka mengelola warung tegal secara bergiliran (antar keluarga dalam satu ikatan famili) setiap 3 s/d 4 bulan.

Yang tidak mendapat giliran mengelola warung biasanya bertani di kampung halamannya. Pengelola warung tegal di Jakarta yang asli orang Tegal biasanya tergabung dalam Koperasi Warung Tegal, yang populer dengan singkatan Kowarteg. Kowarteg hingga saat ini masih diketuai oleh Sastoro. 

Hidangan-hidangan di warteg pada umumnya bersifat sederhana dan tidak memerlukan peralatan dapur yang sangat lengkap. Nasi goreng dan mi instan hampir selalu dapat ditemui, demikian pula makanan ringan seperti pisang goreng, minuman seperti kopi, teh dan minuman ringan. Beberapa warung tegal khusus menghidangkan beberapa jenis makanan, seperti sate tegal, gulai dan minuman khas Tegal teh poci.

Meski banyak yang sukses dan bisa memperbaiki taraf hidupnya dengan membuka Warteg di Jakarta tapi tidak sedikit pengusaha Warteg yang gagal dan akhirnya bangkrut dan terpaksa pulang ke kampung halaman. Bahkan karena biasanya modal para pengusaha Warteg adalah pinjaman dari bank dengan jaminan rumah, tanah, atau sawah milik mereka maka bila Warteg milik mereka bangkrut banyak dari mereka yang akhirnya rumahnya disita.

Warteg jumlahnya ada lebih dari 34.000 warung di Jabodetabek.[1] Di Tegal banyak terdapat rumah megah seperti istana milik pengusaha warteg. 



Seputar Desa DukuhKoordinat              : 6°20′30″LU 107°42′25″BT
Negara                   : Indonesia
Provinsi
                 : Jawa Barat
Kabupaten
             : Subang
Kode Pos               : 41256
Kecamatan
            :  Ciasem
Luas
                      : 9.14 km²
Jumlah penduduk
  : 7.663 jiwa (2010)
Kepadatan
            : 838 jiwa/km²



            Dukuh adalah desa di kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Indonesia. 
Desa Dukuh terletak disebelah utara dari kota Subang berada di wilayah kecamatan Ciase.

Wilayah desa Dukuh meliputi 9 dusun : Dukuh Girang, Dukuh Hilir, Dukuh Hilir barat, Dukuh Hilir Timur, Dukuh Tengah, Panjalin dsb yang terbagi dalam 9 RW, dan 9 RT, desa Dukuh dikepalai oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh masyarakat desa Dukuh setiap enam tahun sekali.

Penghasilan penduduk desa Dukuh dari hasil pertanian dan perkebunan, dimana padi merupakan penghasilan pokok masyarakat desa Dukuh dan penghasilan dari perkebunan berupa mangga dan sayuran, desa Dukuh cukup subur untuk lahan pertanian dan perkebunan.

Desa Dukuh

 Tingkat pendididkan masyarakat desa Dukuh sudah cukup baik, minimal tamat SMP, karena di desa Dukuh sudah didirikan SMP, dan pada tahun 2012 dunia pendidikan desa Dukuh mendapat penghargaan dari Pemkab Subang dengan meraih predikat sebagai desa berkinerja pendidikan terbaik.

 Bahasa yang digunakan sehari-hari dalam berkomunikasi mayoritas penduduk desa Dukuh menggunakan bahasa Cirebon dialek Dermayon (bahasa Jawa pantura) dan sebagian ada yang menggunakan bahasa Sunda.


Recent Posts